Selasa, 06 Oktober 2015

Cara Kerja Jaringan Wireless dan Terminal

Cara Kerja Jaringan Wireless

Untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Menurut sebuah buku yang bersangkutan, supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah Jaringan Wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu :

1. Sinyal Radio (Radio Signal).
2. Format Data (Data Format).
3. Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).

Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7  Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:

- Physical Layer (Lapisan Fisik)
- Data Link Layer (Lapisan Ketrekaitan Data)
- Network Layer( Lapisan Jaringan)
- Transport Layer(Lapisan Transport)
- Session Layer(Lapisan Sesi)
- Presentation Layer(Lapisan Presentasi)
- Application Layer(Lapisan Aplikasi)

Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda.

Cara Kerja Terminal

Jaringan Terminal
Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan adalah:

1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.

Sebagai gambaran dapat dilihat pada gambar berikut :




Layanan Telematika

Layanan Telematika
Pada saat ini media informasi sudah banyak berkembang. Teknologi telematika yang telah berkembang mampu menyampaikan suatu informasi melalui media yang semakin canggih. Telematika adalah singkatan dari telekomunikasi dan informasi. Ini merupakan suatu bentuk hubungan saling bertukar informasi dari pihak yang satu ke pihak yang lain. Layanan telematika itu adalah layanan dial up ke jaringan internet maupun semua jenis jaringan yang di dasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data.

Dari berbagai sumber yang saya baca, jenis-jenis telematika itu dibagi menjadi 4, yaitu:
  1. Layanan Telematika di bidang informasi,
  2. Layanan telematika di bidang keamanan,
  3. Layanan context aware dan event-based,
  4. Layanan perbaikan sumber.

1.                  Layanan Telematika di Bidang Informasi
Penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan seimbang dan penggunaannya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiskinan dan kesenjangan serta meningkatkan kaulitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telepon. Ada baiknya bila fasilitas public untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan seperti warnet dan wartel. Warnet dan wartel ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu, langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan public, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan serta menyediakan layanan “E-Commerce” bagi usaha kecil dan menengah sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk balai-balai informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.



Keuntungan:
  • Pemerataan teknologi bagi masyarakat menengah ke bawah dan mempermudah masyarakat di pedesaan atau pelosok untuk menggunakan teknologi sesuai perkembangan zaman. Sebagai alat penunjang pembelajaran di sekolah agar dapat memberikan wawasan yang lebih luas.

Kerugian:
  • Bagi pengguna layanan teknologi untuk mengakses informasi tidak digunakan dengan bijak atau sewenang-wenang tanpa pengawasan dapat berakibat buruk bagi pembentukan karakter dan moral karena lewat layanan telematika di bidang informasi kejahatan dapat dilakukan dengan mudah. Seperti pencurian data, mengakses situs untuk dewasa dan lain-lain.

2.                  Layanan Telematika di Bidang Keamanan
Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan audit. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak sesuai dengan fungsinya, dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga suatu data dalam jaringan agar tidak mudah terhapus atau hilang. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan, yaitu:
  1. Navigation assistant,
  2. Weather stock information,
  3. Entertainment and M-Commerce,
  4. Penggunaan firewall dan antivirus.

Keuntungan:
  • Layanan telematika di bidang keamanan memiliki keuntungan yang sangat membantu dalam bidang keamanan sistem informasi untuk mengurangi pencurian data, pengaksesan sistem informasi secara illegal dan lain-lain.



Kerugian:
  • Keamanan ini juga berdampak buruk jika ada oknum/hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.
3.                  Layanan Context Aware dan Event-Based
Layanan context aware dan event-based merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna dan penggunaan network itu serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain yaitu lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Tigal hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
  1. The Acquisition of Context.
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh pemilihan konteks lokasi dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
  1. The Abstraction and Understanding of Context.
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
  1. Application Behaviour Based on The Recognized Context.
Dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan control penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Keuntungan:
  • Dengan layanan ini pengguna dapat membuat sistem yang bersifat otomatis dengan memasukkan parameter-parameter sebagai data user, preferensi user sebagai kemampuan dalam memberikan keputusan yang cepat dan akurat.

Kerugian:
  • Adanya masalah-masalah yang timbul karena parameter dan data yang tidak sesuai dengan permasalahan yang ada.


4.                  Layanan Perbaikan Sumber
Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan. Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu:
  1. Di Lihat dari Bidang Ekonomi.
Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industri produk barang dan jasa.
  1. Di Lihat dari Bidang Politik.
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan publik sehingga menghasilkan dukungan politik.

Dari Kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu:
  1. Pengembangan peningkatan kapasitas industri,
  2. Pengembangan layanan publik.

Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut:
  1. Peningkatan kinerja layanan publik yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangunan.
  2. Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.


Keuntungan:
  • Tiap orang dapat bantuan yang lebih dalam yellow pages untuk mencari alamat/nomor telepon suatu instansi.

Kerugian:

  • Tidak mudah mencari/tidak cepat karena yellow pages masih dalam bentuk buku. Jadi orang yang ingin mencari informasi di dalamnya harus mencari secara manual dengan membaca indeksnya terlebih dahulu.


SUMBER:

Perkembangan Telematika

Perkembangan Telematika

               Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai negara yang belum memiliki perangkat social, hukum dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 1950 dan 1960. Di awal tahun 1970 ketika kepemimpinan Soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser kea rah ekonomi, sementara proses-proses yang dirintis sejak tahun 1950 belum mencapai tingkat kematangan.

            Dalam latar belakang social demikianlah telekomunikasi dan informasi mulai dari radio, telegraph dan telepon, televise, satelit telekomunikasi hingga internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika dibagi menjadi 2 masa, yaitu masa pra-satelit dan masa satelit.

1.      Masa Pra-Satelit
·         Radio dan Telepon.
        Di periode pra-satelit, perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio RRI lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan untuk merumuskan keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat dan antara rakyat dengan rakyat. Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegraph) sampai tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio-radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO.55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah. Pada awal tahun 1960 merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja PTT ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk pengembangan telekomunikasi pada Indonesia. Pada tahun 1960-1967 Jerman masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi local maupun jarak jauh dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama dari perusahaan yang sama, yaitu Perusahaan Jerman. Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah tahun 1967-1968 karena banyak mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun multilateral dari bank dunia melalu pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pengfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini.
  •     televisi

Badan Penyiaran televise lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalu microwave. Pada tanggal 24 Agustus 1962 TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI. Setelah lebih dari setahun siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tanggal 20 Oktober 1963 antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik dari pada bangsa dan negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televisi. Sebelum satelit Palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifar terrestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.

2.      Masa Satelit
·         Satelit Domestik Palapa.
Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestic di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication). Pada konferensi itu ditampilkan pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestic Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes. Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh Presiden Soeharto di Jakarta tanggal 16 Agustus 1976. Ini merupakan satu-satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.


Pemanfaatan Telematika
               Pemanfaatan telematika sejauh ini menurut saya sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, bahkan sudah menjadi komoditas industry bisnis, informasi, media dan telekomunikasi. Perubahan dalam teknologi telematika telah merubah pola ekonomi, hidup dan cara melakukan bisnis secara signifikan. Pemanfaatan internet dalam E-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi bisnis dan memberikan kemudahan dalam melakukan diversifikasi kebutuhan. Pemanfaatan internet dalam E-Government juga telah terbukti dapat meningkatkan kinerja pemerintah di dalam penyediaan informasi dan penyelenggara layanan kepemerintahan kepada masyarakat dan kalangan bisnis. Konsumen secara mudah dapat melakukan pencarian dan perbandingan untuk mendapatkan produk berkualitas tinggi dan dengan harga kompetitif.
            Perkembangan telematika juga mempengaruhi pola dan fungsi pemerintah dari semula bersifat memiliki, mengembangkan dan mengoperasikan industri, berubah menjadi penentu kebijakan, pemberi regulasi, pemantau dan pendorong perkembangan sector industri. Telematika sebagai peluang bisnis dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar merupakan potensi pasar yang cukup besar bagi industri hardware telematika. Sebagian besar potensi tersebut menjadi pasar produk luar negeri, karena belum diimbangi hasil produk dalam negeri yang memadai. Kebutuhan industri perangkat keras yang relative padat modal menjadikan produk telematika masih sangat tergantung pada produk import. Potensi pengembangan produk dan pasar yang sangat besar belum dimanfaatkan dengan baik, padahal pengembangan industri software telematika di dalam negeri akan mampu memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
            Lemahnya standarisasi dan sertifikasi produk piranti lunak dalam negeri menyebabkan kualitas produk beragam yang membingungkan konsumen. Mengurangi ketergantungan pada piranti lunak import akan sangat berarti dalam meningkatkan kemampuan nasional untuk memanfaatkan telematika. Kelemahan hukum dan perundagan serta ketidak relaan membayar lisensi dengan biaya mahal, menyebabkan tingginya tingkat pelanggaran HAKI. Di Indonesia telematika juga dapat digunakan sebagai penunjang usaha dan sebagai kata kunci dalam peningkatan kapasitas UKM yaitu efisiensi serta peningkatan daya saing sehingga telematika menjadi salah satu komponen utama dalam efisiensi dan peningkatan daya asing, sebagai contoh dengan internet dapat memiliki akses langsung ke sumber informasi dan pasar serta dengan aplikasi keuangan dapat mengelola administrasi usaha secara baik dengan aplikasi produksi meningkatkan efisiensi dan mutu seperti halnya email yang dapat meningkatkan kemudahan berkomunikasi dengan mitra usaha dan pelanggan.
Contoh pemanfaatan telematika:
·         Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai teknologi komunikasi dan informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

·         Teknologi telematika di bidang komunikasi dan transportasi yang saat ini telah mengacu pada automobile sistem yang menggabungkan global positioning sistem dan komunikasi nirkabel lainnya untuk mengetahui lokasi jalan. Sampai saat ini telematika di Indonesia akan terus semakin berkembang hingga mampu menyampaikan  suatu informasi dengan mudah dan cepat.

·         E-Government dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI).

·         E-Commerce, prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen sampai membuat claim.

Trend Telematika Ke Depan
               Seiring berkembangnya kemajuan teknologi yang semakin pesat, mengharuskan masyarakat untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi yang telah ada. Mengenai trend ke depan telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikannya sebagai suatu trend di dalam masyarakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.
       Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas hard disk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan factor baru dari perkembangan teknologi. Antar mukapun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, Desktop, Ubuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antar muka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunaannya. Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga aka nada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.

Ada lima kelompok industri yang berperang besar dalam perkembangan trend telematika ke depan, diantaranya:
1.      Infrastruktur telekomunikasi
2.      Infrastruktur internet
3.      Hosting service
4.      Transaction type service
5.      Content/knowledge producer


SUMBER
http://myblogsoniaregina.blogspot.co.id/2014/10/contoh-contoh-pemanfaatan-telematika.html



Arsitektur Sisi Client dan Server

Arsitektur Sisi Client dan Server
          Client server merupakan sebuah paradigm dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak, yaitu pihak client dan pihak server. Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang di desain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Script PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server, sementara script yang berjalan di pihak client akan dijalankan oleh web browser pada computer client. Client server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu di install database, dengan metode client server database dapat di install pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya di install pada client.
         Dalam model client/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah tetapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen client dan komponen server. Komponen client juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen client dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukkan data dari pengguna. Komponen client tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari client dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada client. Client pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.

Arsitektur Sisi Client
Arsitekur client merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi client eksekusi dan cookie adalah contoh dari sisi client penyimpanan.

Karakteristik client:
1.                            Memulai terlebih dahulu permintaan ke server,
2.                            Menunggu dan menerima balasan,
3.                            Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu,
4.                            Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan GUI.

Arsitektur Sisi Server
Sebuah eksekusi sisi server adalah server web khusus eksekusi yang melampaui standar metode HTTP itu harus mendukung. Sebagai contoh penggunaan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu tindakan terjadi atau program untuk mengeksekusi.

Karakteristik server:
  1. Selalu menunggu permintaan dari salah satu client,
  2. Melayani client permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke client,
  3. Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client,
  4. Jenis-jenisnya, yaitu web, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.
  Arsitektur client-server atau jaringan komputer adalah sebuah aplikasi terdistribusi arsitektur yang partisi tugas atau beban kerja antara penyedia layanan dan pelayanan pemohon disebut client. Sering kali client dan server beroperasi melalui jaringan komputer pada hardware terpisah. Sebuah mesin server adalah performas tinggi host yang menjalankan satu atau lebih program server yang berbagi sumber daya dengan client. Seorang client tidak berbagi apapun dari sumber daya tetapi meminta server layanan konten atau fungsi. Oleh karena itu client memulai sesi komunikasi dengan server yang menunggu masuk permintaan.
         Dalam perkembangannya, client/server dikembangkan oleh dominasi perusahaan software besar, yaitu Baan, Informix, Lotus, Microsoft, Novell, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun dan Sybase. Perusahaan-perusahaan ini adalah superstar pada era pertama dimunculkannya konsep client/server. Saat ini perusahaan-perusahaan ini telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar.
Kolaborasi dari sisi client dan sisi server dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.    Standalone (One-Tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Seperti terlihat pada gambar 1.1

Walaupun komputer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini dank arena mereka “Dump-Client” atau “Dump-Terminal”. Tipe model ini semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host, yaitu pertama semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehinggan semakin banyak user yang mengakses host semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada. Pada saat itu jaringan sudah ada namun dalam tahap bayi dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Internet baru saja dikembangkan oleh pemerintah US dan pada saat itu dikenal sebagai ARPANET. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.

2.    Client/Server (Two-Tier)
Dalam model client/server pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan, seperti terlihat dalam gambar 1.2. Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke clientnya.

Dalam client/server, client-client yang cerdas bertanggung jawab untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan user, termasuk logika bisnis dan komunikasi dengan server database. Tipe-tipe tugas yang terjadi pada client adalah:
1.    Antar muka pengguna,
2.    Interaksi database,
3.    Pengambilan dan modifikasi data,
4.    Sejumlah aturan bisnis,
5.    Penanganan kesalahan.

            Server database berisi mesin database termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger. Dalam sistem client/server sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database. Server database menangani:
1.    Manajemen data,
2.    Keamanan,
3.    Query, trigger, prosedur tersimpan,
4.    Penanganan kesalahan.

Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke computer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dari berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal. Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi. Model client/server memiliki sejumlah keterbatasan, diantaranya yaitu:
1.    Kurangnya skalabilitas,
2.    Koneksi database dijaga,
3.    Tidak ada keterbaharuan kode,
4.    Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi.

Aplikasi-aplikasi berbasi client/server memiliki kekurangan pada skalabilitas. Skalabilitas adalah seberapa besar aplikasi bisa menangani suatu kebutuhan yang meningkat, misalnya 50 user tambahan yang mengakses aplikasi tersebut. Walaupun model client/server lebih terukur dari pada model berbasis host masih banyak pemrosesan yang terjadi pada server. Dalam model client/server semakin banyak client yang menggunakan suatu aplikasi semakin banyak beban pada server.
     Koneksi database harus dijaga untuk masing-masing client. Koneksi menghabiskan sumber daya server yang berharga dan masing-masing client tambahan diterjemahkan ke dalam satu atau beberapa koneksi. Logika kode tidak bisa di daur ulang karena kode aplikasi ada dalam sebuah pelaksanaan executable monolitik pada client. Ini juga menjadikan modifikasi pada kode sumber sulit. Penyusunan ulang perubahan itu ke semua komputer client juga membuat sakit kepala.
            Keamanan dan transaksi juga harus dikodekan sebagai pengganti penanganan oleh COM+/MTS. Bukan berarti model client/server bukanlah merupakan model yang layak bagi aplikasi-aplikasi. Banyak aplikasi yang lebih kecil dengan jumlah user terbatas bekerja sempurna dengan model ini. Kemudahan pengembangan aplikasi client/server turut menjadikannya sebuah solusi menarik bagi perusahaan. Pengembangan umumnya jauh lebih cepat dengan tipe sistem ini. Siklus pengembangan yang lebih cepat ini tidak hanya menjadikan aplikasi meningkat dan berjalan dengan cepat namun juga lebih hemat biaya.


  1. Three-Tier/Multi-Tier
Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini pemrosesan disebarkan ke dalam tiga lapisan. Lapisan ke tiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan fungsionalitas khusus, yaitu:
1.    Layanan presentasi,
2.    Layanan bisnis,
3.    Layanan data.

Layanan presentasi atau logika antar muka pengguna ditempatkan pada mesin client. Logika bisnis dikeluarkan dari kode client dan ditempatkan dalam tingkat menengah. Lapisan layanan data berisi server database. Setiap tingkat dalam model three-tier berada pada komputer tersendiri seperti pada gambar 1.3.
Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasi-aplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan dan keamanan.






SUMBER :